Wahyu Cancerio Blog

Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

 
Musim 2015/16 memang belum sepenuhnya tuntas. Setidaknya masih ada waktu hingga dua bulan ke depan bagi klub-klub di benua biru untuk menyelesaikan kompetisi mereka.
 
Persiapan untuk menyambut musim baru, musim 2016/17, sudah mulai digelar. Selain mulai menyusun jadwal pra musim, beberapa klub yang mulai menyiapkan manuver di bursa transfer. Beberapa klub sudah siap mengeluarkan dana besar untuk memboyong pemain buruan.
Bursa transfer yang akan datang akan menyeret beberapa klub besar dan pemain dengan nama besar. Siapakah pemain yang akan menjadi isu transfer paling hot di musim panas mendatang.
Berikut isu daftar nama pemain transfer musim panas 2016/17 :
Romelu Lukaku – Everton
Klub peminat: Manchester United, Chelsea, Bayern Munchen, dan Juventus.
Estimasi harga: 50 juta pounds
Gonzalo Higuain – Napoli
Klub peminat: Arsenal, Chelsea, PSG
Estimasi harga: 60 juta pounds
Yaya Toure – Manchester City
Klub peminat: Inter Milan, Liga Tiongkok
Estimasi harga: 10 juta pounds
Pierre-Emerick Aubameyang – Borussia Dortmund
Klub peminat: Real Madrid, Liverpool, Barcelona, Arsenal
Estimasi harga: 60 juta pounds
Eden Hazard – Chelsea
Klub peminat: Real Madrid, PSG
Estimasi harga: 50 juta pounds
Zlatan Ibrahimovic – Paris Saint-Germain
Klub peminat: Manchester United, Chelsea, Arsenal, AC Milan, Liga Tiongkok
Estimasi harga:70 juta pounds
 
Edinson Cavani – Paris Saint-Germain
Klub peminat: Manchester United, Arsenal, Juventus, Real Madrid.
Estimasi harga: 50 juta pouns
Robert Lewandowski – Bayern Munchen
Klub peminat: Real Madrid, PSG
Estimasi harga: 50 juta pounds
Paul Pogba – Juventus
Klub peminat: Manchester City, Chelsea, Real Madrid, Barcelona, PSG
Estimasi harga: 80 juta pounds
James Rodriguez – Real Madrid
Klub peminat: Manchester United, Chelsea, Juventus
Estimasi harga: 45 juta pounds
Neymar – Barcelona
Klub peminat: PSG
Estimasi harga: 90 juta pounds
Selain beberapa nama besar yang sudah disebutkan sebelumnya, beberapa nama lain seperti Miralem Pjanic yang sangat diminati oleh Chelsea, Mario Gotze diminati Juventus dan Liverpool. Dan masih ada nama lain nya seperti David De Gea, John Terry, Kingsley Coman, Marquinhos, Raphael Varane, dan banyak lainnya.
Read More …


Jadwal Lengkap Fase Grup Copa America 2016


Bermain di AS, Copa America Centenario dibagi menjadi empat grup dengan masing-masing berisi empat negara dan akan bergulir dari 4 Juni sampai 26 Juni mendatang.
AS, Kosta Rika, Jamaika, dan Haiti jadi tamu di ajang untuk negara-negara Amerika Latin tersebut.




Jadwal siaran langsung fase grup Copa America Centenario.
TANGGAL HARI KICK OFF EVENT PERTANDINGAN LIVE TV
04/06/2016 Sabtu 08:30 Piala Amerika AS vs Kolombia Kompas TV
05/06/2016 Minggu 04:00 Piala Amerika Kosta Rika vs Paraguay Kompas TV
05/06/2016 Minggu 06:30 Piala Amerika Haiti vs Peru Kompas TV
05/06/2016 Minggu 09:00 Piala Amerika Brasil vs Ekuador Kompas TV
06/06/2016 Senin 04:00 Piala Amerika Jamaika vs Venezuela Kompas TV
06/06/2016 Senin 07:00 Piala Amerika Meksiko vs Uruguay Kompas TV
07/06/2016 Selasa 06:00 Piala Amerika Panama vs Bolivia Kompas TV
07/06/2016 Selasa 09:00 Piala Amerika Argentina vs Cili Kompas TV
08/06/2016 Rabu 07:00 Piala Amerika AS vs Kosta Rika Kompas TV
08/06/2016 Rabu 09:30 Piala Amerika Kolombia vs Paraguay Kompas TV
09/06/2016 Kamis 06:30 Piala Amerika Brasil vs Haiti Kompas TV
09/06/2016 Kamis 09:00 Piala Amerika Ekuador vs Peru Kompas TV
10/06/2016 Jumat 06:30 Piala Amerika Uruguay vs Venezuela Kompas TV
10/06/2016 Jumat 09:00 Piala Amerika Meksiko vs Jamaika Kompas TV
11/06/2016 Sabtu 06:00 Piala Amerika Cili vs Bolivia Kompas TV
11/06/2016 Sabtu 08:30 Piala Amerika Argentina vs Panama Kompas TV
12/06/2016 Minggu 06:00 Piala Amerika AS vs Paraguay Kompas TV
12/06/2016 Minggu 08:00 Piala Amerika Kolombia vs Kosta Rika Kompas TV
13/06/2016 Senin 05:30 Piala Amerika Ekuador vs Haiti Kompas TV
13/06/2016 Senin 07:30 Piala Amerika Brasil vs Peru Kompas TV
14/06/2016 Selasa 07:00 Piala Amerika Meksiko vs Venezuela Kompas TV
14/06/2016 Selasa 09:00 Piala Amerika Uruguay vs Jamaika Kompas TV
15/06/2016 Rabu 07:00 Piala Amerika Cili vs Panama Kompas TV
15/06/2016 Rabu 09:00 Piala Amerika Argentina vs Bolivia Kompas TV   
Read More …

Jadwal Euro 2016 lengkap akan dimulai dengan babak penyisihan grup yang kick off perdananya terjadi pada Sabtu, 11 Juni 2016. Akan ada 24 tim yang saling bertarung satu sama lain demi menuju final Piala Eropa 2016, yang digelar pada Senin, 11 Juli 2016 pukul 02.00 WIB. Apakah tahun ini untuk ketiga kalinya beruntun Spanyol menjadi juara? Ataukah akan ada juara baru dari tim-tim kejutan seperti yang pernah terjadi pada Denmark 1992 dan Yunani 2004?
Jadwal Piala Eropa 2016 akan dimulai dua pekan lagi, dengan laga pembuka antara Perancis vs Rumania pada Sabtu (11/6) pukul 02.00 WIB. Enam grup digelar, yang masing-masing terdiri dari empat tim untuk memastikan tiket 16 besar, perempat final, semifinal, dan akhirnya laga puncak. Khusus tahun ini, untuk pertama kalinya diperkenalkan 16 besar. Dengan demikian, akan ada empat peringkat ketiga terbaik yang berhak melaju ke babak tersebut.
Bagi Prancis, inilah saatnya generasi emas mereka beraksi, setelah terakhir kali juara pada Euro 2000. Namun, Italia yang empat tahun lalu menjadi runner-up juga berambisi memberikan trofi kepada Antonio Conte. Tim-tim unggulan lain juga sangat layak diperhatikan. Entah itu sang jaura bertahan Spanyol atau juara dunia sekaligus favorit utama, Jerman.
Berikut ini jadwal Euro 2016.
BABAK PENYISIHAN GRUP
Sabtu 11 Juni 2016
Perancis vs Rumania    02.00 WIB
Albania vs Swiss    20.00 WIB
Wales vs Slovakia    23.00 WIB
Minggu 12 Juni 2016
Inggris vs Rusia    02.00 WIB
Turki vs Kroasia    20.00 WIB
Polandia vs Irlandia Utara    23.00 WIB
Senin 13 Juni 2016
Jerman vs Ukraina    02.00 WIB
Spanyol vs Republik Ceko    20.00 WIB
Republik Irlandia vs Swedia    23.00 WIB
Selasa 14 Juni 2016
Belgia vs Italia    02.00 WIB
Austria vs Hongaria    23.00 WIB
Rabu 15 Juni 2016
Portugal vs Islandia    02.00 WIB
Rusia vs Slovakia    20.00 WIB
Rumania vs Swiss    23.00 WIB
Kamis 16 Juni 2016
Perancis vs Albania    02.00 WIB
Inggris vs Wales    20.00 WIB
Ukraina vs Irlandia Utara    23.00 WIB
Jumat 17 Juni 2016
Jerman vs Polandia    2.00 WIB
Italia vs Swedia    20.00 WIB
Republik Ceko vs Kroasia    23.00 WIB
Sabtu 18 Juni 2016
Spanyol vs Turki    02.00 WIB
Belgia vs Republik Irlandia    20.00 WIB
Islandia vs Hongaria    23.00 WIB
Minggu 19 Juni 2016
Portugal vs Austria    02.00 WIB
Senin 20 Juni 2016
Rumania vs Albania    02.00 WIB
Swiss vs Perancis     02.00 WIB
Selasa 21 Juni 2016
Rusia vs Wales    02.00 WIB
Slovakia vs Inggris    02.00 WIB
Ukraina vs Polandia        23.00 WIB
Irlandia Utara vs Jerman    23.00 WIB
Rabu 22 Juni 2016
Republik Ceko vs Turki        02.00 WIB
Kroasia vs Spanyol        02.00 WIB
Islandia vs Austria        23.00 WIB
Hongaria vs Portugal        23.00 WIB
Kamis 23 Juni 2016
Italia vs Republik Irlandia        02.00 WIB
Swedia vs Belgia    02.00 WIB
16 BESAR
Sabtu, 25 Juni 2016
Runner up Grup A vs Runner up Grup C    20.0 WIB
Pemenang Grup B vs Peringkat Tiga Grup A/C/D    23.00 WIB
Minggu, 26 Juni 2016
Pemenang Grup D vs Peringkat Tiga Grup B/E/F   02.00 WIB
Pemenang Grup A vs Peringkat Tiga C/D/E     20.00 WIB
Pemenang Grup C vs Peringkat Tiga A/B/F    23.00 WIB
Senin, 27 Juni 2016
Pemenang Grup F vs Runner up Grup E    02.00 WIB
EB 7    Pemenang Grup E vs Runner up D    23.00 WIB
Selasa, 28 Juni 2016
Runner up Grup B vs Runner up Grup F    02.00 WIB
PEREMPAT FINAL
Jumat, 1 Juli 2016
Pemenang 16 Besar 1 vs Pemenang 16 Besar 2    02.00 WIB
Sabtu, 2 Juli 2016
Pemenang 16 Besar 3 vs Pemenang 16 Besar 4    02.00 WIB
Minggu, 3 Juli 2016
Pemenang 16 Besar 5 vs Pemenang 16 Besar 6    02.00 WIB
Senin, 4 Juli 2016
Pemenang 16 Besar 7 vs Pemenang 16 Besar 8    02.00 WIB
SEMIFINAL
Kamis, 7 Juli 2016
Pemenang QF 1 vs Pemenang QF 2    02.00 WIB
Jumat, 8 Juli 2016
Pemenang QF 3 vs Pemenang QF 4    02.00 WIB
FINAL
Senin, 11 Juli 2016
Pemenang SF 1 vs Pemenang SF 2    02.00 WIB

Read More …

Skuad Resmi Timnas Argentina di Copa America 2016 : Martino Panggil Skuad Terbaik di Copa Amerika di USA 2016 Termasuk Messi, Aguero cs



Skuad Resmi Timnas Argentina di Copa America 2016 : Martino Panggil Skuad Terbaik di Copa Amerika di USA 2016

Lionel Messi dan enam pemain bintang Premier League masuk dalam skuad Argentina yang sangat kuat untuk Copa America 2016.
Sergio Romero, Marcos Rojo, Ramiro Funes Mori, Nicolas Otamendi, Erik Lamela dan Sergio Aguero semuanya telah dimasukkan dalam skuad 23 pemain asuhan Gerardo Martino
Argentina yang akan menurunkan skuad lengkap dalam Centennial Copa America musim panas ini atau 100 tahun Copa Amerika di Amerika Serikat jelas kembali sangat di unggulkan.
Manajer Gerardo Martino memasukkan enam pemain Premier League, dengan Sergio Romero, Marcos Rojo, Ramiro Funes Mori, Nicolas Otamendi, Erik Lamela dan Sergio Aguero semua bakal terbang ke Amrik.
Lionel Messi, Angel Di Maria dan Gonzalo Higuain juga termasuk dalam daftar 23 pemain.
Tidak ada ruang untuk mantan striker Manchester City Carlos Tevez atau Striker muda Juventus Paulo Dybala, dimana striker haus gol dari Juventus ini akan lebih dimasukkan dalam skuad Argentina untuk Olimpiad Rio 2016.
Copa America yang diadakan untuk kedua kalinya dalam dua tahun untuk menandai ulang tahun ke-100 dari asosiasi sepak bola Amerika Latin atau CONMEBOL.
Tuan rumah Chile memenangkan kompetisi tahun lalu setelah mengalahkan Argentina melalui adu penalti di final.
Setelah turnamen seratus tahun ini, Copa America berikutnya akan diadakan di Brasil pada 2019 dan kembali ke siklus empat tahunan seperti sedia kala.
Dengan Higuain yang menjadi topskor SERIE dengan memecahkan rekor 36 gol, Aguero dengan 24 gol di Liga Inggris, plus Messi yang membawa Barca mempertahankan gelar la Liga ditambah Anger Di Maria yang membawa PSG betapa menakutkannya lini depan tim Tango, namun seperti turnamen sebelum-sebelumnya Messi cs yang selalu di favoritkan kandas dalam dua partai final dalam dua tahun terakhir di Piala Dunia atas Jerman dan Copa Amerika dari Chile.
 
Skuad utama 23-pemain Argentina

Kiper: Sergio Romero, Nahuel Guzman, Mariano Andujar
Bek: Gabriel Mercado, Facundo Roncaglia, Nicolas Otamendi, Marcos Rojo, Jonathan Maidana, Ramiro Funes Mori, Victor Cuesta
Gelandang: Javier Mascherano, Lucas Biglia, Augusto Fernandez, Matias Kranevitter, Ever Banega, Javier Pastore, Erik Lamela
Pemain depan: Angel Di Maria, Lionel Messi, Sergio Aguero, Nicolas Gaitan, Gonzalo Higuain, Ezequiel Lavezzi
Read More …

Piala Eropa 2016 akan segera diselenggarakan pada bulan Juni 2016 mendatang. Tentunya ajang empat tahunan antar negara-negara se Eropa ini sangat ditunggu oleh para pecinta sepakbola, tidak hanya di Eropa saja, namun dari seluruh dunia. Maklum, kebanyakan pemain-pemain hebat dunia berasal dari Eropa. UEFA pun memastikan bahwa Prancis selaku tuan rumah sudah siap menggelar kompetisi sepakbola terbesar se-Eropa ini, yang kali ini menerapkan format 24 tim.
Euro 2016 menghadirkan tim-tim kuat se-Eropa. Memang Belanda absen karena gagal bersaing di kualifikasi, namun tm-tim kuat lain seperti Italia, Inggris, Jerman, Portugal atau juara bertahan Spanyol siap beraksi di Prancis. Sementara tim-tim seperti Kroasia, Swedia, Rusia, Republik Ceko atau Belgia juga diprediksi akan menjadi penantang serius. Jangan lupakan juga tim kejutan seperti Islandia, Irlandia Utara, Albania, Hungaria atau Wales. Berikut daftar 24 tim yang akan berpartisipasi di ajang Piala Eropa 2016 mendatang.

Daftar Tim dan Prediksi Juara Piala Eropa 2016

Daftar Tim Negara Piala Eropa 2016
  1. Prancis (tuan rumah)
  2. Spanyol (juara bertahan)
  3. Jerman
  4. Inggris
  5. Portugal
  6. Belgia
  7. Italia
  8. Rusia
  9. Swiss
  10. Austria
  11. Kroasia
  12. Ukraina
  13. Republik Ceko
  14. Swedia
  15. Polandia
  16. Rumania
  17. Slovakia
  18. Hungaria
  19. Turki
  20. Republik Irlandia
  21. Islandia
  22. Wales
  23. Albania
  24. Irlandia Utara
Drawing Grup Piala Eropa 2016

Daftar Tim dan Prediksi Juara Piala Eropa 2016

Berdasarkan hasil drawing, tuan rumah Prancis tergabung di grup A yang relatif mudah. Inggris juga berada di grup yang tidak terlalu susah, berhadapan dengan Rusia dan negara persemakmuran Wales. Grup C, D dan E merupakan grup yang relatif berat. Di grup C, Jerman harus berjibaku dengan Polandia dan Ukraina. Sementara Republik Ceko, Kroasia dan Turki punya potensi yang hampir sama untuk menjegal Spanyol di grup D. Sementara tidak ada unggulan berarti di grup E yang dihuni Belgia, Italia, Swedia dan Irlandia. Grup F menjadi grup paling enteng, karena Portugal tergabung bersama tiga tim yang tidak punya prestasi historis di Euro.



Beberapa rumah taruhan dunia memprediksi tim-tim seperti Jerman, Spanyol atau tuan rumah Prancis sebagai juara, sementara tim-tim seperti Inggris, Belgia dan Italia diprediksi punya potensi kejutan. Lantas bagaimana dengan prediksi versi Cepat Lambat? Berikut prediksi 10 tim terbaik di Euro 2016 mendatang.

1. Prancis

Daftar Tim dan Prediksi Juara Piala Eropa 2016

Bermain di rumah sendiri jelas menjadi faktor utama Prancis menjadi unggulan. Selain itu, pemain-pemain Les Blues memiliki rataan usia muda. Paul Pogba, Antoine Griezmann, Hugo Lloris atau Oliver Giroud menjadi tumpuan pasukan Didier Deschamps untuk merengkuh gelar Euro ketiga mereka. Isu kasus Karim Benzema dan Mathieu Valbuena mungkin menjadi satu-satunya kerikil menuju pergelaran Juni mendatang.

2. Jerman

Juara dunia Jerman jelas menjadi unggulan di tiap kompetisi yang mereka ikuti. Ozil, Reus, Muller, Gotze atau Draxler masih menjadi tumpuan untuk mengobrak-abrik pertahanan lawan. Dengan kualitas Der Panzer sebagai spesialis turnamen, target minimal semifinal hampir pasti diraih oleh tim asuhan Joachim Low ini.

3. Spanyol

Juara bertahan dua kali, di tahun 2008 dan 2012, Spanyol menjadi unggulan berikutnya. Vicente Del Bosque masih dipusingkan oleh isu penyerang utama, setelah Alvaro Morata, Paco Alcacer atau Diego Costa dirasa belum layak menjadi penyerang utama timnas. Meski begitu, kekuatan pertahanan dan lini tengah menjadi kelebihan La Furio Roja menuju pergelaran Euro nanti.

4. Belgia

Golden generation Belgia akan diuji di ajang Euro, setelah sukses menggapai perempat final Piala Dunia 2014 lalu. Sejumlah bintang seperti Hazard, Fellaini, Lukaku, Kompany, Courtois, Nainggolan dan Witsel diharapkan mengeluarkan performa terbaiknya di Prancis Juni mendatang. Jangan heran jika The Red Devils menjadi tim kejutan yang mengalahkan tim-tim kuat lainnya.
5. Italia

Kerap tak diunggulkan, namun Italia juga kerap membuat kejutan. Tim Azzuri bisa saja langsung tersisih di babak grup, namun juga bisa saja melaju ke partai final. Tidak ada yang bisa memprediksi tim ini. Kombinasi skuad tua seperti Buffon, Pirlo dan De Rossi, pemain di usia matang seperti Marchisio, Bonucci dan Candreva, serta pasukan muda seperti Verratti, El Shaarawy dan Florenzi diharapkan mampu membawa Italia sejauh mungkin.

6. Inggris

Rekor 100% Inggris di kualifikasi memang patut diacungi jempol. Namun faktanya belum ada pihak yang berani menjagokan Inggris menjadi juara Euro. Ya, Inggris memang dikenal kerap melempem di turnamen sesungguhnya. Meski begitu, bukan tidak mungkin semi final atau bahkan final diraih oleh tim asuhan Roy Hodgson, asalkan pemain kunci seperti Rooney, Kane, Sterling atau Barkley mampu tampil apik.

7. Kroasia

Melihat skuad Kroasia yang dihuni Rakitic, Modric, Mandzukic, Kalinic, Kovacic hingga Perisic, jelas mengisyaratkan tim ini bukan tim sembarangan. Kroasia diprediksi bisa membuat kejutan. Target perempat final sangat mungkin dicapai, dan dengan sedikit keberuntungan, bisa saja melangkah lebih jauh.

8. Portugal

Cristiano Ronaldo menjadi nama utama yang disebut jika membicarakan timnas Portugal. Faktanya memang Ronaldo adalah pemain kunci utama Seleccao, meski peran pemain lain seperti Moutinho, Nani dan Coentrao juga tidak bisa disepelekan. Butuh upaya keras agar tim ini bisa mengulangi pencapaian di Euro 2012 saat Portugal melaju hingga babak semifinal.
9. Polandia

Ketajaman Robert Lewandowski sebagai top skor babak kualifikasi jelas menjadi senjata utama Polandia di Piala Eropa mendatang. Pemain lain seperti Glik, Szczesny, Milik dan Krychowiak juga diharapkan menampilkan performa maksimal. Tim ini juga dinilain sebagai tim paling impresif sepanjang babak kualifikasi.

10. Turki

Turki lolos ke Euro dengan dinaungi keberuntungan. Hanya meraih satu poin di tiga laga awal, Turki memastikan lolos sebagai peringkat ketiga terbaik di detik-detik akhir, yang juga bergantung pada dua laga lain secara bersamaan. Setelah memastikan lolos, layak untuk dinantikan performa tim yang bertumpu pada pemain seperti Arda Turan, Calhanoglu, Burak Yilmaz dan Gokhan Tore ini.
 
 
Read More …

Mata dunia akan tertuju ke Prancis selama sebulan penuh nanti mulai 10 Juni sampai 10 Juli untuk menyaksikan 24 tim nasional bertanding pada Piala Eropa 2016.

Tenggat waktu pengumuman skuad final 23 pemain untuk masing-masing timnas telah lewat Selasa malam waktu Eropa atau Rabu dini hari WIB tadi, dan berikut skuad final untuk 24 tim yang akan bertanding (dikutip dari Guardian).


GRUP A
Albania

Penjaga gawang: Etrit Berisha (Lazio), Alban Hoxha (Partizani), Orges Shehi (Skenderbeu).
Bek: Elseid Hysaj (Napoli), Lorik Cana (Nantes), Arlind Ajeti (Frosinone), Mergim Mavraj (Cologne), Naser Aliji (Basel), Ansi Agolli (Karabag), Frederik Veseli (Lugano).
Gelandang: Ermir Lenjani (Nantes), Andi Lila (Giannina), Migjen Basha (Como), Ledian Memushaj (Pescara), Burim Kukeli (Zurich), Taulant Xhaka (Basel), Ergys Kace (Paok), Amir Abrashi (Freiburg), Odise Roshi (Rijeka).
Penyerang: Bekim Balaj (Rijeka), Sokol Cikalleshi (Medipol Basaksehir), Armando Sadiku (Vaduz), Shkelzen Gashi (Colorado Rapids).

Prancis
Penjaga gawang: Benoit Costil (Rennes), Hugo Lloris (Tottenham), Steve Mandanda (Marseille).
Bek: Lucas Digne (Roma), Patrice Evra (Juventus), Christophe Jallet (Lyon), Laurent Koscielny (Arsenal), Eliaquim Mangala (Manchester City), Jeremy Mathieu (Barcelona), Bacary Sagna (Manchester City), Raphael Varane (Real Madrid).
Gelandang: Yohan Cabaye (Crystal Palace), Lassana Diarra (Marseille), N'Golo Kante (Leicester), Blaise Matuidi (Paris Saint-Germain), Paul Pogba (Juventus), Moussa Sissoko (Newcastle).
Penyerang: Kingsley Coman (Bayern Muenchen), Andre-Pierre Gignac (Tigres), Olivier Giroud (Arsenal), Antoine Griezmann (Atletico Madrid), Anthony Martial (Manchester United), Dimitri Payet (West Ham).

Rumania
Penjaga gawang: Ciprian Tatarusanu (Fiorentina), Costel Pantilimon (Watford), Silviu Lung (Astra)
Bek: Cristian Sapunaru (Pandurii Targu-Jiu), Alexandru Matel (Dinamo Zagreb), Vlad Chiriches (Napoli), Valerica Gaman (Astra), Dragos Grigore (Al Sailiya), Cosmin Moti (Ludogorets), Razvan Rat (Rayo Vallecano), Steliano Filip (Dinamo Bucharest)
Gelandang: Mihai Pintilii (Steaua Bucharest), Ovidiu Hoban (Hapoel Be'er Sheva), Andrei Prepelita (Ludogorets), Adrian Popa (Steaua Bucharest), Gabriel Torje (Osmanlispor), Alexandru Chipciu (Steaua Bucharest), Nicolae Stanciu (Steaua Bucharest), Lucian Sanmartean (Al Ittihad)
Penyerang: Claudiu Keseru (Ludogorets), Bogdan Stancu (Genclerbirligi), Florin Andone (Cordoba), Denis Alibec (Astra)

Swiss
Penjaga gawang: Roman Buerki (Borussia Dortmund), Marwin Hitz (Augsburg), Yann Sommer (Borussia Moenchengladbach).
Bek: Johan Djourou (Hamburg SV), Nico Elvedi (Borussia Moenchengladbach), Michael Lang (FC Basel), Stephan Lichtsteiner (Juventus), Francois Moubandje (Toulouse), Ricardo Rodriguez (VfL Wolfsburg), Fabian Schaer (Hoffenheim), Steve Von Bergen (Young Boys)
Gelandang:Valon Behrami (Watford), Blerim Dzemaili (Genoa), Gelson Fernandes (Rennes), Fabian Frei (Mainz 05), Xherdan Shaqiri (Stoke City), Granit Xhaka (Borussia Moenchengladbach), Denis Zakaria (Young Boys)
Penyerang: Eren Derdiyok (Kasimpasa), Breel Embolo (FC Basel), Admir Mehmedi (Bayer Leverkusen), Haris Seferovic (Eintracht Frankfurt), Shani Tarashaj (Grasshoppers)

GRUP B
Inggris

Penjaga gawang: Fraser Forster (Southampton), Joe Hart (Manchester City), Tom Heaton (Burnley)
Bek: Ryan Betrand (Southampton), Gary Cahill (Chelsea), Nathaniel Clyne (Liverpool), Danny Rose (Tottenham), Chris Smalling (Manchester United), John Stones (Everton), Kyle Walker (Tottenham)
Gelandang: Dele Alli (Tottenham), Ross Barkley (Everton), Eric Dier (Tottenham), Jordan Henderson (Liverpool), Adam Lallana (Liverpool), James Milner (Liverpool), Raheem Sterling (Manchester City), Jack Wilshere (Arsenal).
Penyerang: Harry Kane (Tottenham), Marcus Rashford (Manchester United), Wayne Rooney (Manchester United), Daniel Sturridge (Liverpool), Jamie Vardy (Leicester)

Rusia
Penjaga gawang:
Igor Akinfeev (CSKA Moscow), Guilherme (Lokomotiv Moscow), Yuri Lodygin (Zenit St. Petersburg)
Bek: Alexei Berezutsky (CSKA Moscow), Vasily Berezutsky (CSKA Moscow), Sergei Ignashevich (CSKA Moscow), Dmitry Kombarov (Spartak Moscow), Roman Neustadter (Schalke), Georgy Shchennikov (CSKA Moscow), Roman Shishkin (Lokomotiv Moscow), Igor Smolnikov (Zenit St Petersburg)
Gelandang: Igor Denisov (Dynamo Moscow), Denis Glushakov (Spartak Moscow), Alexander Golovin (CSKA Moscow), Oleg Ivanov (Terek Grozny), Pavel Mamaev (Krasnodar), Alexander Samedov (Lokomotiv Moscow), Oleg Shatov (Zenit St Petersburg), Roman Shirokov (CSKA Moscow), Dmitri Torbinski (Krasnodar)
Penyerang: Artyom Dzyuba (Zenit St Petersburg), Alexander Kokorin (Zenit St Petersburg), Fyodor Smolov (Krasnodar)

Slowakia

Penjaga gawang: Matus Kozacik (Viktoria Plzeň), Jan Mucha (Slovan Bratislava), Jan Novota (Rapid Wien).
Bek: Peter Pekarik (Hertha Berlin), Milan Skriniar (Sampdoria), Martin Skrtel (Liverpool), Norbert Gyomber (Roma), Jan Durica (Lokomotiv Moskva), Kornel Salata (Slovan Bratislava), Tomas Hubocan (Dinamo Moskva), Dusan Svento (Cologne).
Gelandang: Marek Hamsík (Napoli), Juraj Kucka (AC Milan), Miroslav Stoch (Bursaspor), Vladimír Weiss (Al-Gharafa), Robert Mak (PAOK), Patrik Hrosovsky (Viktoria Plzeň), Jan Gregus (Jablonec), Viktor Pecovsky (Zilina), Stanislav Sestak (Ferencvaros), Ondrej Duda (Legia Warszawa).
Penyerang: Michal Duris (Viktoria Plzen), Adam Nemec (Willem II).

Wales
Penjaga gawang: Wayne Hennessey (Crystal Palace), Danny Ward (Liverpool), Owain Fon Williams (Inverness).
Bek: Ben Davies (Tottenham), Neil Taylor (Swansea), Chris Gunter (Reading), Ashley Williams (Swansea), James Chester (West Brom), Ashley Richards (Fulham), James Collins (West Ham).
Gelandang: Aaron Ramsey (Arsenal), Joe Ledley (Crystal Palace), David Vaughan (Nottingham Forest), Joe Allen (Liverpool), David Cotterill (Birmingham), Jonathan Williams (Crystal Palace), George Williams (Fulham), Andy King (Leicester), Dave Edwards (Wolves).
Penyerang: Gareth Bale (Real Madrid), Hal Robson-Kanu (Reading), Sam Vokes (Burnley), Simon Church (Nottingham Forest).

GRUP C
Jerman

Penjaga gawang: Manuel Neuer (Bayern Muenchen), Bernd Leno (Bayer Leverkusen), Marc-Andre ter Stegen (Barcelona)
Bek: Jerome Boateng (Bayern Muenchen), Emre Can (Liverpool), Jonas Hector (Cologne), Benedikt Hoewedes (Schalke 04), Mats Hummels (Borussia Dortmund), Shkodran Mustafi (Valencia), Antonio Ruediger (Roma)
Gelandang: Julian Draxler (VfL Wolfsburg), Sami Khedira (Juventus), Joshua Kimmich (Bayern Muenchen), Toni Kroos (Real Madrid), Thomas Mueller (Bayern Muenchen), Mesut Ozil (Arsenal), Lukas Podolski (Galatasaray), Andre Schuerrle (VfL Wolfsburg), Bastian Schweinsteiger (Manchester United), Julian Weigl (Borussia Dortmund)
Penyerang: Mario Gomez (Besiktas), Mario Goetze (Bayern Muenchen), Leroy Sane (Schalke 04)

Irlandia Utara
Penjaga gawang
: Roy Carroll (Notts County), Michael McGovern (Hamilton), Alan McManus (St Johnstone).
Bek: Craig Cathcart (Watford), Jonny Evans (West Brom), Gareth McAuley (West Brom), Luke McCullough (Doncaster), Conor McLaughlin (Fleetwood), Aaron Hughes (Melbourne City), Lee Hodson (MK Dons), Chris Baird (Derby County), Paddy McNair (Manchester United).
Gelandang: Steven Davis (Southampton), Oliver Norwood (Reading), Corry Evans (Blackburn), Jamie Ward (Nottingham Forest), Stuart Dallas (Leeds), Niall McGinn (Aberdeen), Shane Ferguson (Millwall).
Penyerang: Will Grigg (Wigan), Kyle Lafferty (Birmingham), Conor Washington (QPR), Josh Magennis (Kilmarnock).

Polandia
Penjaga gawang: Łukasz Fabiański (Swansea), Wojciech Szczęsny (Roma), Artur Boruc (Bournemouth).
Bek: Thiago Cionek (Palermo), Kamil Glik (Torino), Artur Jedrzejczyk (Legia), Michal Pazdan (Legia), Lukasz Piszczek (Dortmund), Bartosz Salamon (Cagliari), Jakub Wawrzyniak (Lechia Gdansk).
Gelandang: Jakub Błaszczykowski (Fiorentina), Kamil Grosicki (Rennes), Tomasz Jodłowiec (Legia), Bartosz Kapustka (Cracovia), Grzegorz Krychowiak (Sevilla), Karol Linetty (Lech Poznan), Krzysztof Maczynski (Wisla), Slawomir Peszko (Lechia Gdansk), Filip Starzynski (Zaglibie Lubin), Piotr Zielinski (Empoli).
Penyerang: Arkadiusz Milik (Ajax), Robert Lewandowski (Bayern), Mariusz Stepinski (Ruch Chorzow)

Ukraina

Penjaga gawang: Andriy Pyatov (Shakhtar Donetsk), Denys Boyko (Besiktas), Mykyta Shevchenko (Zorya).
Bek: Artem Fedetskiy (Dnipro), Mykyta Kamenyuka (Zorya), Vyacheslav Shevchuk (Shakhtar Donetsk), Oleksandr Kucher (Shakhtar Donetsk), Yaroslav Rakytskyi (Shakhtar Donetsk), Yevhen Khacheridi (Dynamo Kiev).
Gelandang: Anatoliy Tymoschuk (Kairat Almaty), Oleksandr Karavaev (Zorya), Andriy Yarmolenko (Dynamo Kiev), Denys Garmash (Dynamo Kiev), Serhiy Sydorchuk (Dyamo Kiev), Serhiy Rybalka (Dynamo Kiev), Taras Stepanenko (Shakhtar Donetsk), Viktor Kovalenko (Shakhtar Donetsk), Ruslan Rotan (Dnipro), Yevhen Konoplyanka (Sevilla).
Penyerang: Pylyp Budkovskyi (Zorya), Roman Zozulya (Dnipro), Yevhen Seleznyov (Shakhtar Donetsk).

GRUP D
Kroasia

Penjaga gawang: Danijel Subasic (Monaco), Lovre Kalinic (Hajduk Split), Ivan Vargic (Rijeka)
Bek: Vedran Corluka (Lokomotiv Moscow), Darijo Srna (Shakhtar Donetsk), Domagoj Vida (Dynamo Kiev), Sime Vrsaljko (Sassuolo), Gordon Schildenfeld (Dinamo Zagreb), Ivan Strinic (Napoli), Tin Jedvaj (Bayer Leverkusen)
Gelandang: Luka Modric, Mateo Kovacic (keduanya Real Madrid), Ivan Rakitic (Barcelona), Marcelo Brozovic, Ivan Perisic (keduanya Inter Milan), Milan Badelj (Fiorentina), Marko Rog, Ante Coric (keduanya Dinamo Zagreb)
Penyerang: Mario Mandzukic (Juventus), Nikola Kalinic (Fiorentina), Marko Pjaca, Duje Cop (keduanya Dinamo Zagreb), Andrej Kramaric (Hoffenheim)

Republik Ceko

Penjaga gawang: Petr Cech (Arsenal), Tomas Koubek (Slovan Liberec) and Tomas Vaclik (Basel).
Bek: Theodor Gebre Selassie (Werder Bremen), Roman Hubnik (Viktoria Plzen), Pavel Kaderabek (Hoffenheim), Michal Kadlec (Fenerbahce), David Limbersky (Viktoria Plzen), Daniel Pudil (Sheffield Wednesday), Tomas Sivok (Bursaspor), Marek Suchy (Basel).
Gelandang: Vladimir Darida (Hertha Berlin), Borek Dockal (Sparta Prague), Daniel Kolar (Viktoria Plzen), Ladislav Krejci (Sparta Prague), David Pavelka (Kasimpasa), Jaroslav Plasil (Girondins Bordeaux), Tomas Rosicky (Arsenal), Jiri Skalak (Brighton and Hove Albion), Josef Sural (Sparta Prague).
Penyerang: David Lafata (Sparta Prague), Tomas Necid (Bursaspor), Milan Skoda (Slavia Prague).

Spanyol

Penjaga gawang: Iker Casillas (Porto), David De Gea (Manchester United), Sergio Rico (Sevilla)
Bek: Sergio Ramos (Real Madrid), Gerard Pique (Barcelona), Dani Carvajal (Real Madrid), Jordi Alba (Barcelona), Marc Bartra (Barcelona), Cesar Azpilicueta (Chelsea), Mikel San Jose (Athletic Bilbao), Juanfran (Atletico Madrid).
Gelandang: Bruno (Villarreal), Sergio Busquets (Barcelona), Koke (Atletico Madrid), Thiago (Bayern Muenchen), Andres Iniesta (Barcelona), David Silva (Manchester City), Pedro (Chelsea), Cesc Fabregas (Chelsea)
Penyerang: Aritz Aduriz (Athletic Bilbao), Nolito (Celta Vigo), Alvaro Morata (Juventus), Lucas Vasquez (Real Madrid)

Turki

Penjaga gawang: Harun Tekin (Bursaspor), Onur Kıvrak (Trabzonspor), Volkan Babacan (Istanbul Basaksehir).
Bek: Gokhan Gonul (Fenerbahçe), Zener Ozbayraklı (Fenerbahce), Ahmet Calık (Genclerbirligi), Hakan Balta (Galatasaray), Mehmet Topal (Fenerbahce), Semih Kaya (Galatasaray), Caner Erkin (Fenerbahce), Ismail Koybası (Besiktas).
Gelandang: Emre Mor (Nordsjælland), Volkan Sen (Fenerbahce), Hakan Calhanogu (Bayer Leverkusen), Nuri Sahin (Borussia Dortmund), Oguzhan Ozyakup (Besiktas), Ozan Tufan (Fenerbahçe), Selcuk Inan (Galatasaray), Arda Turan (Barcelona), Olcay Sahan (Besiktas).
Penyerang: Burak Yılmaz (Beijing Guoan), Cenk Tosun (Besiktas), Yunus Mallı (Mainz).

GRUP E
Belgia
Penjaga gawang:
Thibaut Courtois (Chelsea), Simon Mignolet (Liverpool), Jean-Francois Gillet (Mechelen).
Bek: Toby Alderweireld (Tottenham), Jan Vertonghen (Tottenham, Thomas Vermaelen (Barcelona), Jason Denayer (Galatasaray), Jordan Lukaku (Oostende), Thomas Meunier (Club Brugges), Laurent Ciman (Montreal Impact), Christian Kabasele (Genk).
Gelandang: Moussa Dembele (Tottenham), Radja Nainggolan (Roma), Marouane Fellaini (Manchester United), Axel Witsel (Zenit St Petersburg), Eden Hazard (Chelsea), Kevin De Bruyne (Manchester City), Dries Mertens (Napoli), Yannick Carrasco (Atletico Madrid).
Penyerang: Mitchy Batshuayi (Marseille), Romelu Lukaku (Everton), Christian Benteke (Liverpool), Divock Origi (Liverpool).

Italia
Penjaga gawang:
Gianluigi Buffon (Juventus), Federico Marchetti (Lazio), Salvatore Sirigu (PSG)
Bek: Mattia De Sciglio (Milan), Giorgio Chiellini (Juventus), Matteo Darmian (Manchester United), Angelo Ogbonna (West Ham United), Andrea Barzagli (Juventus), Leonardo Bonucci (Juventus)
Gelandang: Antonio Candreva (Lazio), Alessandro Florenzi (Roma), Tiago Motta (PSG), Stefano Sturaro (Juventus), Daniele De Rossi (Roma), Marco Parolo (Lazio), Federico Bernadeschi (Fiorentina), Stephan El Shaarwy (Roma), Emanuele Giaccherini (Bologna)
Penyerang: Simone Zaza (Juventus), Graziano Pelle (Southampton), Ciro Immobile (Torino), Eder (Inter Milan), Lorenzo Insigne (Napoli)

Republik Irlandia
Penjaga gawang:
Shay Given (Stoke), Darren Randolph (West Ham), Keiren Westwood (Sheffield Wednesday).
Bek: Seamus Coleman (Everton), Cyrus Christie (Derby), Ciaran Clark (Aston Villa), Richard Keogh (Derby), John O'Shea (Sunderland), Shane Duffy (Blackburn), Stephen Ward (Burnley)
Gelandang: Aiden McGeady (Everton), James McClean (West Brom), Glenn Whelan (Stoke), James McCarthy (Everton), Jeff Hendrick (Derby), David Meyler (Hull), Stephen Quinn (Reading), Wes Hoolahan (Norwich), Robbie Brady (Norwich), Jonathan Walters (Stoke)
Penyerang: Robbie Keane (LA Galaxy), Shane Long (Southampton), Daryl Murphy (Ipswich)

Swedia
Penjaga gawang:
Andreas Isaksson (Kasimpasa), Robin Olsen (Copenhagen), Patrik Carlgren (AIK).
Bek: Ludwig Augustinsson (Copenhagen), Erik Johansson (Copenhagen), Pontus Jansson (Torino), Victor Lindelof (Benfica) Andreas Granqvist (Krasnodar), Mikael Lustig (Celtic), Martin Olsson (Norwich).
Gelandang: Jimmy Durmaz (Olympiakos), Albin Ekdal (Hamburg), Oscar Hiljemark (Palermo), Sebastian Larsson (Sunderland), Pontus Wernbloom (CSKA Moscow), Erkan Zengin (Trabzonspor), Oscar Lewicki (Malmo), Emil Forsberg (Leipzig), Kim Kallstrom (Grasshoppers).
Penyerang: Marcus Berg (Panathinaikos), John Guidetti (Celta Vigo), Zlatan Ibrahimovic (Paris), Emir Kujovic (Norrkoping).

GRUP F
Austria
Penjaga gawang:
Robert Almer (Austria Vienna), Heinz Lindner (Eintracht Frankfurt), Ramazan Ozcan (Ingolstadt).
Bek: Aleksandar Dragovic (Dinamo Kiev), Christian Fuchs (Leicester City), Gyorgy Garics (Darmstadt), Martin Hinteregger (Borussia Monchengladbach), Florian Klein (Stuttgart), Sebastian Prodl (Watford), Markus Suttner (Ingolstadt), Kevin Wimmer (Tottenham Hotspur).
Gelandang: David Alaba (Bayern Muenchen), Marko Arnautovic (Stoke City), Julian Baumgartlinger (Mainz), Martin Harnik (Stuttgart), Stefan Ilsanker (Leipzig), Jakob Jantscher (Luzern), Zlatko Junuzovic (Werder Bremen), Marcel Sabitzer (Leipzig), Alessandro Schopf (Schalke)
Penyerang: Lukas Hinterseer (Ingolstadt), Rubin Okotie (1860 Munich), Marc Janko (Basel).

Hungaria
Penjaga gawang:
Gabor Kiraly (Haladas), Denes Dibusz (Ferencvaros), Peter Gulacsi (Leipzig).
Bek: Attila Fiola (Puskas Akademia), Barnabas Bese (MTK), Richard Guzmics (Wisla Krakow), Roland Juhasz (Videoton), Adam Lang (Videoton), Tamas Kadar (Lech Poznan), Mihaly Korhut (Debrecen).
Gelandang: Akos Elek (Diosgyori), Adam Pinter (Ferencvaros), Zoltan Gera (Ferencvaros), Adam Nagy (Ferencvaros), Laszlo Kleinheisler (Werder Bremen), Gergo Lovrencsics (Lech Poznan), Zoltan Stieber (Nurnberg).
Penyerang: Balazs Dzsudzsak (Bursaspor), Adam Szalai (Hannover), Krisztian Nemeth (al-Gharafa), Nemanja Nikolic (Legia Warsaw), Tamas Priskin (Slovan Bratislava), Daniel Bode (Ferencvaros).

Islandia
Penjaga gawang
: Hannes Halldorsson (Bodo/Glimt), Ogmundur Kristinsson (Hammarby), Ingvar Jonsson (Sandefjord).
Bek: Ari Skulason (OB), Hordur Magnusson (Cesena), Hjortur Hermannsson (PSV Eindhoven), Ragnar Sigurdsson (Krasnodar), Kari Arnason (Malmo), Sverrir Ingi Ingason (Lokeren), Birkir Sævarsson (Hammarby), Haukur Heidar Hauksson (AIK).
Gelandang: Emil Hallfredsson (Udinese), Gylfi Sigurdsson (Swansea), Aron Gunnarsson (Cardiff), Theodor Elmar Bjarnason (AGF), Arnor Ingvi Traustason (Norrkoping), Birkir Bjarnason (Basel), Johann Gudmundsson (Charlton), Eidur Gudjohnsen (Molde), Runar Mar Sigurjonsson (Sundsvall).
Penyerang: Kolbeinn Sigthorsson (Nantes), Alfred Finnbogason (Augsburg), Jon Dadi Bodvarsson (Kaiserslautern).

Portugal
Penjaga gawang:
Rui Patrício (Sporting CP), Anthony Lopes (Lyon), Eduardo (Dinamo Zagreb).
Bek: Vieirinha (Wolfsburg), Cédric (Southampton), Pepe (Real Madrid), Ricardo Carvalho (Monaco), Bruno Alves (Fenerbahce), Jose Fonte (Southampton), Eliseu (Benfica), Raphael Guerreiro (Lorient).
Gelandang: William Carvalho (Sporting CP), Danilo Pereira (Porto), Joao Moutinho (Monaco), Renato Sanches (Benfica), Adrien Silva (Sporting CP), Andre Gomes (Valencia), Joao Mario (Sporting CP).
Penyerang: Rafa Silva (Braga), Ricardo Quaresma (Besiktas), Nani (Fenerbahce), Cristiano Ronaldo (Real Madrid), Eder (Lille).

Read More …

Ronaldo vs Messi Statistik Sepanjang Karir Hingga 2016

Ronaldo vs Messi Statistik Sepanjang Karir Hingga 2016
Ronaldo vs Messi Statistik Sepanjang Karir Hingga 2016

Ronaldo vs Messi Statistik Sepanjang Karir Hingga 2016, – Penganugerahan gelar FIFA Ballon d’Or memang telah usai dan di menangkan oleh Lionel Messi, namun perdebatan tentang siapa yang terbaik diantara dua bintang ini masih saja berlanjut, pro dan kontra memang selalu mengiringi pemilihan pemain terbaik di dunia ini.

Memang tidak ada habis-habisnya membicarakan tentang kedua pemain terbaik di dunia ini, namun untuk yang masih penasaran kami sertakan data statistik lengkap tentang kedua pemain ini mulai sejak awal karir hingga musim 2015/2016 yang saat ini sedang berlangsung.

 Statistik Ronaldo vs Messi di sepanjang karir hingga ke musim 2015/2016 yang kami rangkum dari total sportek :

  • Messi vs Ronaldo musim 2015/2016 ( Hingga 9 Januari 2016 )

Messi vs Ronaldo Statistik
Messi vs Ronaldo Statistik
Statistik Cristiano Ronaldo Musim 2015/2016
Kompetisi Main Goal Assist
La Liga Spanyol 18 14 4
Liga Champions Eropa 6 11 3
Copa del Rey 0 0 0
Super Cup 0 0 0
Total 24 25 7
Statistik Lionel Messi Musim 2015/2016
Kompetisi Main Goal Assist
La Liga Spanyol 13 9 4
Liga Champions Eropa 3 3 1
Copa del Rey 1 2 2
Super Cup & Piala Dunia Antar Klub 4 4 0
Total 21 18 7

Statistik musim 2014/2015

Di musim 2014/2015 adalah musim anomali, dimana di musim ini Cristiano Ronaldo bermain amat baik dengan melampaui perolehan gol dari Lionel Messi namun di tingkat klub Lionel Messi yang berjaya bersama Barcelona meraih treble winners.
Statistik Ronaldo vs Messi Musim 2014/2015
Statistik Ronaldo vs Messi Musim 2014/2015
Keduanya mungkin adalah pemain terbaik sepanjang masa yang pernah ada dalam dunia sepakbola, Ronaldo dan Messi kembali bersaing ketat menjadi yang terbaik dalam kurun waktu 6-7 tahun terakhir. Tidak hanya untuk gelar individu namun juga berjuang membantu klub dan negaranya meraih kejayaan.
Menyisakan pertanyaan besar kepada kita, siapa yang terbaik diantara keduanya ? Ronaldo ataukah Messi ? Inilah pertanyaan terbesar yang membelah para fans sepakbola diseluruh dunia menjadi dua kubu, membuat debat diantara sesama teman bahkan perang di dunia maya.
Setidaknya FIFA sudah memilih dengan menentukan Lionel Messi sebagai pemenang FIFA Ballon d’Or 2015 beberapa hari yang lalu –> baca : Lionel Messi Terbaik 2015. Namun kami yakin sebagian dari antara pecinta sepakbola ada yang merasa Cristiano Ronaldo pun sangat pantas untuk mendapatkannya.
Kedua pemain ini memang yang terbaik saat ini, Messi lebih baik dalam hal membangun penyerangan dan membangun kerjasama dengan rekan-rekannya serta memiliki kemampuan memberikan umpan yang membelah diantara pertahanan rapat lawan. Sementara yang lainnya ada Cristiano Ronaldo yang atletis, melakukan solo run dari sayap dan memiliki kemampuan untuk mencetak gol dengan segala cara yang memungkinkan, kaki kiri dan kanan yang sama baiknya, sundulan yang tajam, tendangan bebas dan sebagainya.
Ronaldo adalah contoh profesionalisme yang bagus, memiliki talenta bermain bola namun dia membuatnya lebih berkembang lagi dengan kemauannya yang keras untuk terus lebih baik lagi dan lagi , seperti yang sudah kita lihat dalam beberapa tahun ini. Messi disisi lain adalah pemain dengan bakat alamiah yang sangat baik dalam hal keseimbangan membawa dan mengontrol bola, Messi adalah yang terbaik dalam hal memutar dan berlari kencang dengan bola di dua kakinya.
Anda dapat memasang taruhan bolabersama kami di Betplace88. Dengan melakukan pendaftaran terlebih dahulu di sini –> Cara Daftar Taruhan Bola, anda akan bisa bermain taruhan bola dengan aman dan mudah. Pendaftaran tersebut bersifat GRATIS dan dapatkan bonus 10% di AWAL dengan hanya melakukan minimal deposit sebesar Rp.100 ribu saja.

Berikut ini adalah Statistik antara Ronaldo vs Messi di sepanjang karir mereka hingga kini sebagai pesepakbola ( hingga 30 Desember 2015 ) :

Statistik sepanjang karir Messi vs Ronaldo
Statistik sepanjang karir Messi vs Ronaldo
Jelas terlihat dari statistik diatas, Lionel Messi memiliki rataan dan rasio gol yang lebih baik dibandingkan Cristiano Ronaldo. Messi memiliki rasio mencetak gol 0,83  untuk setiap 1 gol sementara Ronaldo juga tidak jelek walaupun berada di kisaran 0,68.
Jika dilihat dari rataan performa kedua pemain ini di Liga Champions pun menunjuk kan hasil yang tidak berbeda jauh dengan Messi masih lebih baik dengan rasio mencetak gol sebesar 0,86 dibandingkan dengan Ronaldo 0,63. Messi pun saat ini tercatat sebagai pemain terbanyak mencetak gol sepanjang sejarah Liga Champions dengan 72 gol sementara Ronaldo berada di urutan kedua.
Gelar Messi vs Ronaldo bersama Klub
Gelar Messi vs Ronaldo bersama Klub
Gelar Messi vs Ronaldo bersama Klub
Gelar Messi vs Ronaldo bersama Klub
Atau anda juga bisa membandingkan kedua pemain ini dalam hal gelar dan prestasi yang sudah didapatkan keduanya bersama klubnya masing-masing sepanjang 12 tahun karir mereka. Ronaldo tentu saja dimulai dari memperoleh Piala FA ditahun pertamanya bersama Manchester United sementara Messi memperoleh sukses besar dalam 4-5 tahun pertamanya bersama Barcelona.
Ronaldo vs Messi Karir – Gelar bersama Klub
Cristiano RONALDO Tahun Lionel MESSI
FA Cup 2003-04

2004-05 La Liga
Piala Liga Inggris 2005-06 Champions League, La Liga, Super Cup
Premier League 2006-07 Super Cup
Champions League, Premier League, Community Shield 2007-08
Premier League, Piala Liga, Piala Dunia Antar Klub 2008-09 Champions League, La Liga, Copa del Rey

2009-10 La Liga, Uefa Super Cup,Piala Super, Piala Dunia Antar Klub
Copa del Rey 2010-11 Champions League, La Liga, Piala Super
La Liga 2011-12 Copa del Rey, Piala Super UEFA, Piala Super, Piala Dunia Antar Klub
Piala Super Spanyol 2012-13 La Liga
Champions League, Copa del Rey 2013-14 Piala Super Spanyol
Piala Super UEFA 2014-15
Dan sekarang adalah gelar individu yang diraih keduanya sepanjang karir mereka, termasuk didalamnya adalah pemain muda terbaik.
Ronaldo vs Messi — Penghargaan Individual
Cristiano RONALDO Tahun Lionel MESSI

2003-04

2004-05

2005-06
PFA Pemain Muda Terbaik 2006-07
Pencetak gol terbanyak Eropa, Top Skor Liga Inggris , Top Skor Liga Champions, Pemain Terbaik UEFA 2007-08
Ballon d’Or 2008-09 Top Skor Liga Champions

2009-10 Ballon d’Or, Pencetak gol terbanyak Eropa, Top Skor La Liga, Top Skor Liga Champions
Pencetak gol terbanyak Eropa, Top Skor La Liga 2010-11 Ballon d’Or, Top Skor Liga Champions

2011-12 Ballon d’Or, Pencetak gol terbanyak Eropa, Top Skor La Liga, Top Skor Liga Champions
Top Skor Liga Champions 2012-13 Ballon d’Or, Pencetak Gol terbanyak Eropa, Top Skor La Liga
Ballon d’Or, Pencetak gol terbanyak Eropa, Top Skor Liga Champions, Top Skor La Liga 2013-14

2014-15 Pemain Terbaik Piala Dunia
Nah sekarang adalah yang terakhir, tentang rekor-rekor yang sudah dipecahkan dalam satu dekade terakhir, beberapa diantaranya merupakan rekor di liga domestik dan ada pula yang merupakan rekor dunia :
Ronaldo vs Messi — Rekor

Lionel MESSI
1 Peraih Penghargaan FIFA Ballon d’Or terbanyak ( 5 kali )
 2 Satu-satunya pemain yang hingga kini meraih penghargaan Ballon d’Or, Pemain terbaik FIFA, Gelar pencetak gol terbanyak & pemain terbaik di tahun yang sama
3 Rekor dunia sebagai pemain terbanyak mencetak gol dalam 1 tahun kalender : 91 gol ( 2012 )
 4 rekor mencetak gol beruntun terbanyak : 21 laga ( 33 gol ) dan satu-satunya pemain yang sudah mencetak gol ke keseluruh tim dalam sebuah liga
 5 Pencetak gol terbanyak dalam sejarah La Liga Spanyol ( 253 gol )
 6 Pencetak gol terbanyak dalam sejarah Liga Champions Eropa ( 74 gol )
7 Pencetak gol terbanyak untuk Barceloan sepanjang sejarah ( 399 gol )
Nah, sekarang kita sudah ada bayangan besar, Messi dua tahun lebih muda dibandingkan Ronaldo, dan Messi sudah meraih seluruh penghargaan tersebut yang merupakan impian bagi semua pemain bola. Jangan lupakan pula di tahun 2014 lalu, Messi tinggal sejengkal lagi untuk mengangkat gelar Piala Dunia bersama Argentina setelah menembus babak final. Namun walaupun gagal menjadi juara piala dunia setelah dikalahkan Jerman, Messi menjadi pemain terbaik di Piala Dunia 2014 lalu.
Memiliki lebih banyak gelar Liga Champions, menyabet lebih banyak penghargaan Pemain terbaik dunia FIFA ( Ballon d’Or ), memiliki catatan gol lebih banyak, menghasilkan assist yang lebih banyak, dan telah memecahkan berbagai rekor agaknya memang tidak salah FIFA menganugerahkan Pemain Terbaik Dunia ditahun 2015 lalu.
Membandingkan keduanya jelas lebih mudah karena mereka berdua bermain di era yang sama, berbeda dengan membandingkan dua pemain besar Maradona vs Pele misalnya yang bermain di era yang berbeda.
Secara personal menurut kami Sportsbooksbobet, memang Lionel Messi masih lebih baik dibandingkan Cristiano Ronaldo tidak hanya sekedar rekor-rekor gol yang telah di ciptakannya namun karena peran yang ditimbulkannya dalam suatu tim.
Ronaldo disisi lain juga merupakan pemain luar biasa, dan dia akan tetap berada dalam jajaran pemain-pemain besar sepakbola yang pernah ada, Ronaldo juga tinggal menyisakan beberapa tahun lagi karirnya sebagai pesepakbola. Segala sesuatu bisa saja terjadi mari kita tunggu beberapa tahun kedepan mampukah Ronaldo menyamai perolehan Lionel Messi atau bahkan melebihinya ? Namun untuk saat ini Messi kami anggap masih yang terbaik.
Jadi bagaimana tanggapan anda-anda semua ….. Siapa yang lebih baik ?? Ronaldo atau Messi ??
Read More …


Pele atau Maradona? Brasil 1970 atau Brasil 1958? Barcelona 2008-11 atau Real Madrid 1955-60? Meski klise tapi berbicara tentang yang terhebat sepanjang masa akan jadi perdebatan tiada habisnya.


Pertanyaannya, mungkinkah mereka yang terlahir dalam era berbeda-beda tersebut dibandingkan?

Bagi situs Football Pantheon yang secara harfiah berarti ‘Dewa Sepakbola’ jawabannya mungkin. Football Pantheon ditulis oleh Miguel Delaney, jurnalis sepakbola asal Irlandia yang tinggal di London dan bekerja bagi ESPN, The Independent, dan Irish Examiner.

Ketika kita menengok ke belakang, begitu banyak tim-tim hebat bermunculan di Eropa. Menariknya, setiap era atau dinasti pasti memunculkan setidaknya satu ikon spesial.

Kejayaan Real Madrid era 50-an dan 60-an diawali oleh transfer Alfredo Di Stefano. Celtic 1965 hingga 1975 semata-mata berkat tangan dingin pelatih legendaris Jock Stein. Bayern Munich era 70-an dimotori Franz Beckenbauer, Paul Breitner dan Gerd Muller.

Di era yang sama muncul Total Football yang dipelopori Ajax Amsterdam dengan Johan Cruyffnya nan legendaris. Kesuksesan Manchester United selama dua dekade belakangan hanya mungkin terwujud berkat Sir Alex Ferguson.

Berikut adalah daftar 50 klub terhebat sepanjang masa versi Football Pantheon:
50. AC Milan 1954 – 59
Poin: 755
Generasi emas pertama AC Milan dengan ikon seperti Juan Schiaffino serta duo Swedia Nils Liedholm dan Gunnar Nordahl.
Prestasi: Serie A 1955, 1957, 1959; Runner-up Piala Champions 1958
Pelatih: Hector Puricelli, Giuseppe Viani
Best XI (4-4-2): Buffon; Fontana, Cesare Maldini, Beraldo, Bergamaschi; Radice, Danova, Liedholm, Schiaffino; Grillo, Nordahl

49. Tottenham Hotspur 1960 – 63
Poin: 765
Tim Inggris pertama yang memenangi trofi Eropa dengan membantai Atletico Madrid 5-1 di final Piala Winner 1963.
Prestasi: English league 1961; FA Cup 1961, 1962; Cup Winners Cup 1963
Pelatih: Bill Nicholson
Best XI (3-2-5): Brown; Baker, Henry, Blanchflower; Norman, Mackay; Jones, White, Smith, Greaves, Dyson

48. Stade Reims 1952 – 59
Poin: 770
Rival sengit Real Madrid di era-era awal Piala Eropa. Diperkuat tiga legenda hidup Prancis, Raymond Kopa, Michel Hidalgo, dan Just Fontaine.
Prestasi: Liga Prancis 1953, 1955, 1958; Piala Prancis 1958; Runner-up Piala Champions 1956, 1959
Pelatih: Albert Batteux
Best XI (4-4-2): Jacquet; Zimny, Jonquet, Giraudo, Leblond; Siatka, Hidalgo, Glowacki, Kopa; Fontaine, Vincent

47. Arsenal 2001 – 05
Poin: 780
Invincible Arsenal 2004 plus keganasan Thierry Henry dalam mencetak gol akan selalu diingat dalam sejarah. Namun, sayang gagal meneruskan dominasi mereka di Eropa.
Prestasi: Premier League 2002, 2004; FA Cup 2002, 2003, 2005
Pelatih: Arsene Wenger
Best XI (4-4-2): Lehmann; Lauren, Cole, Campbell, Toure; Gilberto, Vieira, Ljungberg, Pires; Bergkamp, Henry

46. Preston North End 1888 – 92
Poin: 805
Preston North End merupakan pemenang titel liga pertama di dunia. Sebelum Arsenal 2004, Preston-lah yang pertama invincible, atau 114 tahun sebelumnya.
Prestasi: Liga Inggris 1889, 1890; FA Cup 1889
Pelatih: William Suddell
Best XI (2-3-5): Mills-Roberts; Howarth, Holmes; Drummond, Russell, Graham; Gordon, Ross, Goodall, Dewhurst, Thomson

45. Porto 1984 – 87
Poin: 810
Era di mana dua pemain terhebat sepanjang sejarah Porto bermain: Rabah Madjer dan Paulo Futre yang berbuah Piala Champions 1987.
Prestasi: Piala Champions 1987; Liga Portugal 1985, 1986
Pelatih: Artur Jorge
Best XI (4-3-1-2): Mlynarczyk; Joao Pinto, Inacio, Eduardo Luis, Celso; Quim, Magalhaes, Sousa, Madjer; Futre, Fernando Gomes

44. Aston Villa 1893 – 1900
Poin: 820
Dinasti pertama dalam sejarah sepakbola internasional. Amat mendominasi seperti Barcelona di era sekarang.
Prestasi: Liga Inggris 1894, 1896, 1897, 1899, 1900; FA Cup 1895, 1897
Pelatih: George Ramsay
Best XI: Whitehouse, Spencer, Reynolds, Evans, Cowan, Crabtree, Athersmith, Devey, Campbell, Wheldon, Cowan

43. AC Milan 2002 -07
Poin: 825
Era di mana AC Milan punya lebih banyak gelar Eropa dibanding domestik. Saat menjuarai Liga Champions 2003, mereka menyingkirkan Bayern Munich, Borussia Dortmund, Real Madrid, Ajax, Inter hingga Juventus di final.
Prestasi: Liga Champions 2003, 2007; Serie A 2004; Piala Italia 2003; Runners-up Liga Champions 2005
Pelatih: Carlo Ancelotti
Best XI (4-2-2-2): Dida; Cafu, Kaladze, Nesta, Maldini; Gattuso, Pirlo; Seedorf, Kaka; Shevchenko, Inzaghi

42. Real Madrid 1977 – 81
Poin: 830
Dengan ikon seperti Jose Santillana, inilah tim Real Madrid pertama yang mencapai final Liga Champions setelah absen 32 tahun.
Prestasi: Liga Spanyol 1978, 1979, 1980; Piala Spanyol 1980: Runners-up Piala Champions 1981
Pelatih: Luis Molowny, Vujadin Boskov
Best XI (4-4-2) : Rodriguez; Cortes, Camacho, Sabido, Navajas; Stielike, del Bosque, de los Santas; Santillana, Cunningham

41. Manchester United 1964 – 68
Poin: 835
Sir Matt Busby babes. Dengan pemain kelas dunia seperti Sir Bobby Charlton, Denis Law, hingga George Best, United menjuarai Piala Champions 1968, 10 tahun pascatragedi Munich.
Prestasi: Piala Champions 1968; Liga Inggris 1965, 1967
Managers: Matt Busby
Best XI (4-4-2): Stepney; Dunne, Brennan, Foulkes; Stiles, Crerand, Charlton, Sadler; Best, Law

40. Bayern Munich 1984 – 90
Poin: 840
Era paling dominan dalam sejarah Bayern Munich di Bundesliga. Terima kasih kepada era keemasan Jerman di era 80-an.
Prestasi: Bundesliga 1985, 1986, 1987, 1989, 1990; Piala Jerman 1986; Runners-up Piala Champions 1987
Pelatih: Udo Lattek, Jupp Heynckes
Best XI (3-5-2): Pfaff; Nachtweih, Brehme, Augenthaler, Pflugler, Thon; Dorfner, Matthaus; Hoeness, Kogl, Voller.

39. Liverpool 1985 – 90
Poin: 845
Tragedi Haysel membuat tim ini gagal menunjukkan kehebatannya di Eropa. Pertanyaan yang selalu menggelitik ialah bila tak ada larangan, apakah John Barnes, Peter Beardsley, dan Ian Rush mampu mengatasi AC Milannya Arrigo Sacchi?
Prestasi: Liga Inggris 1986, 1988, 1990; FA Cup 1986, 1989
Pelatih: Kenny Dalglish
Best XI (4-4-2): Grobbelaar; Nicol, Beglin, Lawrenson, Hansen; Whelan, McMahon, Houghton, Barnes; Beardsley, Rush

38. Chelsea 2004 – 07
Poin: 860
Dianggap sebagai tim terbaik yang pernah ada yang tak pernah menjuarai Liga Champions. Jose Mourinho mampu mematahkan dominasi Manchester United dan Arsenal sekaligus di Inggris.
Prestasi: Liga Inggris 2005, 2006; FA Cup 2007; Piala Liga Inggris 2005, 2007
Pelatih: Jose Mourinho
Best XI (4-3-3): Cech; Ferreira, Gallas, Carvalho, Terry; Makelele, Lampard, Essien; Robben, Duff, Drogba

37. Barcelona 1950 – 54
Poin: 880
Inilah era di mana Barcelona punya pemain terhebat sepanjang sejarah klub hingga dibuatkan patungnya di Camp Nou, Ladislao Kubala.
Prestasi: Liga Spanyol 1952, 1953; Piala Spanyol 1951, 1952, 1953
Pelatih: Ferdinand Daucik
Best XI (3-4-3): Velasco; Tejada, Segarra, Gracia; Simatoc, Gonzalvo, Moreno, Kubala; Seguer, Manchon, Rodriguez

36. St. Etienne 1973 – 76
Poin: 890
Tim Prancis pertama yang sanggup mendominasi kompetisi domestik.
Prestasi: Liga Prancis 1974, 1975, 1976; Piala Prancis 1974, 1975; Runners-up Piala Champions 1976
Pelatih: Robert Herbin
Best XI (4-3-3): Curkovic; Repellini, Piazza, Lopez, Janvion; Bathenay, Santini, Larque; P Revelli, H Revelli, Rocheteau

35. Real Madrid 1999 – 03
Poin: 905
Back heel Fernando Redondo di perempatfinal melawan Manchester United dan tendangan voli Zinedine Zidane di final melawan Bayer Leverkuesen jadi ikon dari tim berjuluk Los Galacticos ini.
Prestasi: Liga Champions 2000, 2002; Liga Spanyol 2001, 2003
Pelatih: Vicente Del Bosque
Best XI (4-3-3): Casillas; Salgado, Roberto Carlos, Helguera, Hierro; Redondo, Zidane, it; Raul, Ronaldo, Morientes

34. Borussia Monchengladbach 1969 – 78
Poin: 915
Gelandang legendaris Jerman Gunter Netzer membawa Gladbach mampu mendominasi Jerman, padahal kala itu masih ada Franz Beckenbauer di Bayern Munich.
Prestasi: Liga Jerman 1970, 1971, 1975, 1976, 1977; Piala Jerman 1973; Uefa Cup 1975; Runners-up Piala Champions 1977
Pelatih: Hennes Weisweiler, Udo Lattek
Best XI (3-4-3): Kneib; Vogts, Klinkhammer, Wittkamp; Schafer, Netzer, Bonhof, Wimmer; Stielike; Heynckes, Simonsen

33. Real Madrid 1960 – 64
Poin: 925
Inilah era di mana Ferenc Puskas dan Alfredo di Stefano yang mulai memasuki usia 30-an tahun dipadukan dengan wonderkid macam Amancio dan Fello.
Prestasi: Liga Spanyol 1961, 1962, 1963, 1964; Piala Spanyol 1962; Runners-up Piala Champions 1962, 1964
Pelatih: Miguel Munoz
Best XI (4-3-3): Vicente; Santamaria, Zoco, Sanchez, Pachin; Muller, Di Stefano, Felo; Gento, Amancio, Puskas
32.

32. PSV Eindhoven 1985 – 89
Poin: 930
Guus Hiddink berhasil membawa era keemasan bagi PSV Eindhoven di Belanda dan Eropa. Pernah mencetak 117 gol di Liga Belanda musim 1988/89.
Prestasi: Piala Champions 1988; Liga Belanda 1986, 1987, 1988, 1989; Piala Belanda 1988, 1989
Pelatih: Guus Hiddink
Best XI (4-4-2): Van Breukelen; Gerets, Nielsen, Koeman, Heintze; Lerby, Van Aerle, Vanenburg, Linskens; Kieft, Romario

31. Feyenoord 1968 – 74
Poin: 945
Tim Belanda pertama yang menjuarai Liga Champions.
Prestasi: Piala Champions 1970; Liga Belanda 1969, 1971, 1974; Piala Belanda 1969, 1974; Uefa Cup 1974
Pelatih: Ben Peeters, Ernst Happel, Wiel Coerver
Best XI (4-3-3): Graafland; Rijsbergen, Laseroms, Israel, Van Duivenbode; Jansen, Van Hanegem; Wery, Kindvall, Moulijn

30. Porto 2002 – 04
Poin: 955
Dianggap beruntung menjuarai Liga Champions 2004 karena hanya menghadapi AS Monaco di final, tapi sesungguhnya skuad penuh determinasi Jose Mourinho ini sanggup meladeni tim manapun dari era kapanpun.
Prestasi: Liga Champions 2004; Liga Portugal 2003, 2004; Uefa Cup 2003; Piala Portugal 2003
Pelatih: Jose Mourinho
Best XI (4-3-1-2): Baia; Ferreira, Nuno Valente, Carvalho, Jorge Costa; Costinha, Maniche, Mendes; Deco; Derlei, Carlos Alberto

29. Steaua Bucharest 1984 – 89
Poin: 960
Inilah tim legendaris dari Rumania yang mencatat rekor 104 laga tidak terkalahkan di dalam negeri. Rekor yang masih bertahan hingga sekarang
Prestasi: Piala Champions 1986; Liga Rumania 1985, 1986, 1987, 1988, 1989; Piala Rumania 1985, 1987, 1988, 1989; Runners-up Piala Champions 1989
Pelatih: Emerich Jenei, Anghel Iordanescu
Best XI (4-4-2): Duckadam; Petrescu, Belodedici, Bumbescu, Iovan; Balint, Hagi, Boloni, Majearu; Lacatus, Piturca

28. Nottingham Forrest 1977 – 80
Poin: 965
Pelatih legendaris Brian Clough berhasil membawa Nott’m Forrest dari tim level provinsi menjadi penakluk Eropa berkat pendekatannya yang unik.
Prestasi: Piala Champions 1979, 1980; Liga Inggris 1978; Piala Liga Inggris 1978, 1979
Pelatih: Brian Clough
Best XI (4-4-2): Shilton, Anderson, Clark, Lloyd, Burns; McGovern, Francis, Gemmill, Robertson, Woodcock, Birtles

27. Juventus 1930 – 35
Poin: 970
Inilah tim pertama dan satu-satunya di Italia yang berhasil merebut Serie A lima kali berturut-turut.
Prestasi: Serie A 1931, 1932, 1933, 1934, 1935
Pelatih: Carlo Carcano
Best XI (2-3-5): Combi; Caligaris, Rosetta; Bertolini, Varglien, Monti; Cesarini, Ferrari, Sernagiotto, Orsi, Borel

26. Barcelona 1958 – 61
Poin: 980
Dengan Sandor Kocsis dan Luis Suarez, pelatih legendaris Helenio Herrera membawa Barca mampu melawan Real Madrid yang begitu dominan di era 50-an.
Prestasi: Liga Spanyol 1959, 1960; Piala Spanyol 1959; Fairs Cup 1958, 1960; Runners-up Piala Champions 1961
Prestasi: Helenio Herrera, Ljubisa Brocic, Enrique Orizaola
Best XI (4-4-2): Ramallets; Foncho, Gensana, Gracia, Verges; Garay, Kubala, Kocsis, Evaristo, Suarez; Czibor

25. Barcelona 2004 – 06
Poin: 985
Gocekan maut Ronaldinho dan keganasan Samuel Eto’o mengantarkan Barca sukses menyihir Eropa.
Prestasi: Liga Champions 2006; Liga Spanyol 2005, 2006
Pelatih: Frank Rijkaard
Best XI (4-3-3): Valdes; Belletti, Van Bronckhorst, Puyol, Edmilson; Van Bommel, Xavi, Deco; Giuly, Ronaldinho, Eto’o

24. Red Star Belgrade 1987 – 92
Poin: 995
Dalam buku Behind the Curtain ditulis bahwa Red Star Belgrade punya teknik brilian, permainan mengalir, kecerdasan mengatur tempo, dan organisasi yang superior.
Prestasi: Piala Champions 1991; Liga Yugoslavia 1988, 1990, 1991, 1992; Piala Yugoslavia 1990
Pelatih: Velibor Vasovic, Branko Stankovic, Dragoslav Sekularac, Ljupko Petrovic
Best XI (4-4-2): Stojanovic; Belodedici, Najdovski, Sabanadzovic, Marovic; Jugovic, Prosinecki, Mijajlovic, Binic; Savicevic, Pancev

23. Real Madrid 1984 – 90
Poin: 1.000
Menjadi satu-satunya tim di Spanyol yang pernah menjuarai Liga Spanyol lima kali beruntun.
Prestasi: Liga Spanyol 1986, 1987, 1988, 1989, 1990; Piala Spanyol 1989; Uefa Cup 1985, 1986
Pelatih: Luis Molowny, Leo Beenhakker, John Toshack
Best XI (3-4-3): Buyo; Chendo, Camacho, Sanchis; Gordillo, Martin Vazquez, Michel, Schuster; Butragueno, Valdano, Hugo Sanchez

22. Real Madrid 1964 – 69
Poin: 1.005
Era baru Real Madrid pasca-tidak adanya lagi Ferenc Puskas dan Alfredo di Stefano. Pelatih Miguel Munoz sanggup membuat Pirri dan Amancio meneruskan prestasi seniornya.
Prestasi: Piala Champions 1966; Liga Spanyol 1965, 1967, 1968, 1969;
Pelatih: Miguel Munoz
Best XI (4-4-2): Araquistain; Pachin, de Felipe, Zoco, Sanchis; Pirri, Velazquez, Serena, Amancio; Grosso, Gento

21. Internazionale 2008 – 10
Poin: 1.010
Dengan menjuarai Serie A, Piala Italia, dan Liga Champions 2010, Internazionale jadi satu-satunya tim di Italia yang pernah meraih treble.
Prestasi: Liga Champions 2010; Serie A 2009, 2010; Coppa Italia 2010
Pelatih: Jose Mourinho
Best XI (4-2-1-3): Cesar; Maicon, Zanetti, Lucio, Samuel; Cambiasso, Mota; Sneijder; Eto’o, Pandev, Milito

20. Manchester United 1998 – 2001
Poin: 1.015
Drama dua gol injury-time di final Liga Champions tak mungkin terlupakan. Treble di musim 1999 puncak karier Sir Alex Ferguson di United.
Prestasi: Liga Champions 1999; Liga Inggris 1999, 2000, 2001; FA Cup 1999
Pelatih: Alex Ferguson
Best XI (4-4-2): Schmeichel; Neville, Irwin, Stam, Johnsen; Keane, Scholes, Beckham, Giggs, Yorke, Cole

19. Olympique Marseille 1988 – 93
Poin: 1.020
Skandal pengaturan skor pada 1993 akan terus menghantui kehebatan tim OM satu ini yang berhasil menjadi juara Liga Champions di tengah dominasi the dream team AC Milan.
Prestasi: Liga Champions 1993; Liga Prancis 1989, 1990, 1991, 1992; Piala Prancis 1989; Runners-up Piala Champions 1991
Pelatih: Gerard Gili, Franz Beckenbauer, Raymond Goethals, Tomislav Ivic, Jean Fernandez
Best XI (4-4-2): Barthez; Angloma, Di Meco, Boli, Desailly; Sauzee, Deschamps, Pele, Waddle; Voller, Papin

18. Hamburg 1978 – 83
Poin: 1.030
Disebut-sebut sebagai juara Liga Champions (1983) paling dinilai rendah. Padahal, mereka begitu hebat di Jerman dan ke final LC dua kali dalam empat tahun.
Prestasi: Piala Champions 1983; Liga Jerman 1979, 1982, 1983; Runners-up Piala Champions 1980
Pelatih: Branko Zebec, Ernst Happel
Best XI (4-3-3): Stein; Kaltz, Wehmeyer, Jakobs, Hieronymus; Rolff, Milewski, Magath; Keegan, Hrubesch, Bastrup

17. Juventus 1994 - 98
Poin: 1.045
Tiga kali berturut-turut mencapai final LC. Pressing, taktik, dan kohesivitas superstar yang dibuat Marcelo Lippi membuat Juventus menjadi ‘team to beat’ di akhir 90-an.
Prestasi: Champions League 1996; Serie A 1995, 1997, 1998; Italian Cup 1995; Champions League runners-up 1997, 1998
Pelatih: Marcello Lippi
Best XI (4-3-3): Peruzzi; Torricelli, Pessotto, Ferrara, Iuliano; Deschamps, Sousa, Zidane; Del Piero, Ravanelli, Vialli

16. AC Milan 1987 – 91
Poin: 1.050
Inilah The Dream Team AC Milan. Seperti diucapkan pelatih legendaris Arrigo Sacchi “Bila ingin masuk sejarah, kemenangan saja tidak cukup, Anda juga harus menghibur.”
Prestasi: Piala Champions 1989, 1990; Serie A 1988
Pelatih: Arrigo Sacchi
Best XI (4-4-2): Galli; Tassotti, Maldini, Costacurta, Baresi; Colombo, Rijkaard, Donadoni, Ancelotti, Gullit, Van Basten

15. Bayern Munich 1998 – 2003
Poin: 1.055
Banyak orang lupa betapa cepatnya tim ini bangkit dari kekalahan menyakitkan di final LC 1999 dengan menaklukkan Eropa tiga tahun kemudian dan juga mendominasi Jerman.
Prestasi: Liga Champions 2001; Liga Jerman 1999, 2000, 2001, 2003; Piala Jerman 2000, 2003; Runners-up Liga Champions 1999
Pelatih: Ottmar Hitzfeld
Best XI (3-4-1-2): Kahn; Sagnol, Lizerazu, Linke, Andersson, Kuffour; Jeremies, Effenberg; Scholl, Basler, Elber

14. Ajax 1993 – 96
Poin: 1.065
Generasi emas Ajax di era 90an. Apa yang dialami Barcelona sekarang merupakan representasi yang amat mirip dengan yang dialami Ajax kala itu: mendominasi dengan pemain akademi.
Prestasi: Liga Champions 1995; Liga Belanda 1994, 1995, 1996; Runners-up Liga Champions 1996
Pelatih: Louis van Gaal
Best XI (3-4-3): Van der Sar; Reiziger, F de Boer, Blind; Rijkaard, Seedorf, Davids, Litmanen, Finidi, Overmars, Kluivert

13. Juventus 1976 – 86
Poin: 1.070
Dinasti terlama sepanjang sejarah sepak bola Italia. Seperti dinasti Sir Alex Ferguson di United saat ini. Giovanni Trapattoni membuat Juve jadi tim menakutkan di era 80-an.
Prestasi: Piala Champions 1985; Serie A 1977, 1978, 1981, 1982, 1984, 1986; Piala Italia 1979, 1983; Piala Winners 1984; Uefa Cup 1977; Runners-up Piala Champions 1983
Pelatih: Giovanni Trapattoni
Best XI (4-4-2): Tacconi; Gentile, Cabrini, Brio, Scirea; Bonini, Tardelli, Platini, Boniek; Rossi, Bettega

12. Barcelona 1988 – 94
Poin: 1.085
Bukan hanya AC Milan, Barcelona pun punya Dream Team di era 90-an. Barcelona berhasil mengimplementasikan total football modern dari pelatih Johan Cruyff.
Prestasi: Liga Champions 1992; Liga Spanyol 1991, 1992, 1993, 1994; Piala Spanyol 1990; Piala Winners 1989; Runners-up Liga Champions 1994
Pelatih: Johan Cruyff
Best XI (4-3-3): Zubizarreta; Ferrer, Sergi, Koeman, Nadal; Guardiola, Bakero, Beguiristain; Laudrup, Stoichkov, Romario.

11. Manchester United 2006 – 09
Poin: 1.095
Bila treble 1999 jadi puncak karier Sir Alex Ferguson di United, maka era ini merupakan periode tersukses sang pelatih legendaris di Setan Merah.
Prestasi: Liga Champions 2008; Liga Inggris 2007, 2008, 2009; Piala Liga 2009; Runners-up Liga Champions 2009
Pelatih: Alex Ferguson
Best XI (4-3-3): Van der Sar; Brown, Evra, Vidic, Ferdinand, Hargreaves, Carrick, Giggs; Rooney, Tevez, Ronaldo

10. Torino 1945 – 49
Poin: 1.110
Untuk menggambarkan kekuatan Torino di era ini, mereka pernah unggul 6-0 hanya dalam waktu 19 menit saat menghadapi AS Roma pada 1949. Bisa dibayangkan betapa dominannya mereka di Italia bila tidak ada tragedi kecelakaan pesawat Superga yang menewaskan pemain-pemain Torino di 1949.
Prestasi: Serie A 1946, 1947, 1948, 1949
Pelatih: Luigi Ferrero, Mario Sperone, Egri Erbstein
Best XI: Bacigalupo, Ballarin, Maroso, Grezar, Rigamonti, Castigliano, Menti, Loik, Gabetto, Mazzola, Ossola

9. AC Milan 1991 – 95
Poin: 1.135
Ada dua periode AC Milan di 90-an. Pertama era Arrigo Sacchi, dan kedua era Fabio Capello. Meski tak seatraktif Dream Team Sacchi, Milan Capello terbukti lebih sukses. Saat menjuarai Serie A 1992, mereka pernah mengalahkan Fiorentina 8-2 dan juara bertahan Sampdoria 5-1. Mereka pun sempat tak terkalahkan dalam 58 laga.
Prestasi: Liga Champions 1994; Serie A 1992, 1993, 1994; Runners-up Liga Champions 1993, 1995
Pelatih: Fabio Capello
Best XI (4-3-1-2): Rossi; Tassotti, Maldini, Baresi, Costacurta; Donadoni, Desailly, Albertini, Boban, Savicevic, Simone

8. Celtic 1965 – 74
Poin: 1.140
Era di mana Celtic menjuarai Liga Skotlandia sembilan kali berturut-turut. Di bawah pelatih legendaris Jock Stein, Celtic mencicipi Piala Champions 1967.
Prestasi: Piala Champions 1967; Liga Skotlandia 1966, 1967, 1968, 1969, 1970, 1971, 1972, 1973, 1974; Piala Skotlandia 1967, 1969, 1971, 1972, 1974; Piala Liga Skotlandia 1966, 1967, 1968, 1969, 1970; Runners-up Piala Champions 1970
Pelatih: Jock Stein
Best XI (4-2-4): Simpson; Craig, Gemmell, McNeill, Clark; Murdoch, Auld; Johnstone, Lennox, Wallace, Chalmers

7. Internazionale 1962 – 67
Poin: 1.145
Dengan sentuhan ajaib pelatih bertangan dingin Helenio Herrera, Internazionale menguasai Italia dan Eropa dengan strategi nan legendaris catenaccio.
Prestasi: Piala Champions 1964, 1965; Serie A 1963, 1965, 1966; Runners-up Piala Champions 1967
Pelatih: Helenio Herrera
Best XI (5-2-3): Sarti; Burgnich, Facchetti, Picchi, Guarneri; Tagnin; Luis Suarez, Corso; Jair, Mazzola, Peiro

6. Benfica 1959 – 68
Poin: 1.165
Dianggap sebagai cerminan Brasil 1970. Dimotori Eusebio, Benfica menguasai Eropa dengan taktik menyerang total di era di mana catenaccio begitu kental.
Prestasi: Piala Champions 1961, 1962; Liga Portugal 1960, 1961, 1963, 1964, 1965, 1967, 1968; Piala Portugal1962, 1964; Runners-up Piala Champions 1963, 1965, 1968
Pelatih: Bela Guttmann, Fernando Riera, Lajos Czeizler, Elek Schwartz, Fernando Cabrita
Best XI (3-3-4): Periera; Mario Joao, Germano, Angelo; Cavem, Cruz, Jose Augusto, Eusebio, Aguas, Coluna, Simoes

5. Bayern Munich 1971 – 76
Poin: 1.260
Era di mana Gerd Muller pernah mencetak 55 gol dalam semusim Bundesliga. Dengan Franz Beckenbauer, mereka juga menjadi satu dari hanya dua tim yang pernah juara Piala Champions tiga kali berturut-turut.
Prestasi: Piala Champions 1974, 1975, 1976; Liga Jerman 1972, 1973, 1974
Pelatih: Udo Lattek, Dettmar Cramer
Best XI (4-3-3): Maier; Hansen, Schwarzenbeck, Beckenbauer, Breitner; Roth, Zobel, Hoeness, Rummenigge, Muller, Kapellmann

4. Barcelona 2008 – 11
Poin: 1.280
Disebut-sebut sebagai tim terhebat sepanjang masa. Kombinasi La Masia pada diri Leo Messi-Andres Iniesta-Xavi membawa Barca begitu menakutkan hingga pernah membantai Real Madrid 5-0 pada 2010 lalu.
Prestasi: Liga Champions 2009, 2011; Liga Spanyol 2009, 2010, 2011; Piala Spanyol 2009
Pelatih: Pep Guardiola
Best XI (4-3-3): Valdes; Dani Alves, Abidal, Pique, Puyol; Busquets, Xavi, Iniesta; Pedro, Messi, Eto’o

3. Liverpool 1975 – 84
Poin: 1.300
Bila Bill Shankly menjadi orang pertama yang membuat Liverpool sebagai juara secara rutin, maka Bob Paisley merupakan sosok yang mengantar The Reds juara tanpa ampun.
Prestasi: Piala Champions 1977, 1978, 1981, 1984; Liga Inggris 1976, 1977, 1979, 1980, 1982, 1983, 1984; Piala Liga1981, 1982, 1983, 1984; Uefa Cup 1976
Pelatih: Bob Paisley, Joe Fagan
Best XI (4-4-2): Clemence; Neal, A Kennedy, Hansen, Hughes; R Kennedy, Souness, McDermott, Heighway; Keegan, Dalglish

2. Real Madrid 1953 – 60
Poin: 1.470
Lima juara Piala Champions dengan kemenangan 7-3 atas Eintracht Frankfurt yang jadi kulminasinya. Alfredo Di Stefano, Ferenc Puskas, Gento, dan Raymond Kopa membawa Real Madrid menjadi jawara yang tak tertandingi di masanya.
Prestasi: Piala Champions 1956, 1957, 1958, 1959, 1960; Liga Spanyol 1954, 1955, 1957, 1958
Pelatih: Enrique Fernandez, Jose Villalonga, Luis Carniglia, Miguel Munoz
Best XI (3-2-5): Dominguez, Marquitos, Santamaria, Pachin, Munoz; Zarraga, Kopa, Rial, Di Stefano, Puskas, Gento

1. Ajax 1965 - 73
Poin: 1.575
Dengan total football yang begitu spektakuler, Ajax seolah memenangi setiap laga, setiap trofi, selama delapan tahun di akhir 60-an dan awal 70-an. Bukan hanya gelar, tapi performa Johan Cruyff dkk. yang begitu eksepsional hingga layak ditahbiskan sebagai klub terhebat sepanjang masa.
Prestasi: Piala Champions 1971, 1972, 1973; Liga Belanda 1966, 1967, 1968, 1970, 1972, 1973; Piala Belanda 1967, 1970, 1971, 1972; Runners-up Piala Champions 1969
Pelatih: Rinus Michels, Stefan Kovacs
Best XI (4-3-3): Stuy; Suurbier, Hulshoff, Vasovic, Krol; Neeskens, Haan, Muhren; Rep, Cruyff, Keizer
Read More …